Mei 28, 2024

Seputar Informasi Palembang

Neraca Perdagangan Juni 2023 Surplus USD3,45 miliar

Palembangonetv.com – Neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2023 mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD3,45 miliar dibandingkan pada Mei 2023 yang mencapai sebesar USD0,43 miliar.

Demikian dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, melalui keterangan resminya, Selasa (18/7/2023) di Jakarta

Surplus perdagangan pada Juni 2023, katanya, dipengaruhi oleh sektor nonmigas sebesar USD4,41 miliar dan defisit migas USD 0,96 miliar. Fokusnya, pada akselerasi peningkatan ekspor nonmigas, termasuk ke pasar-pasar nontradisional.

“Surplus bulan Juni 2023 sebesar USD 3,45 miliar ini menambah capaian surplus neraca perdagangan secara kumulatif selama semester I tahun ini,” ujar Zulkifli Hasan .

Berdasarkan negara mitra dagang, surplus perdagangan Indonesia terjadi dengan beberapa negara mitra dagang utama, misalnya India dengan nilai surplus sebesar USD1,12 miliar.

Surplus terbesar dengan India didorong oleh komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bahan bakar mineral/batubara) (HS 27), serta logam mulia/perhiasan/permata (HS 71).

Kemudian, surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sebesar USD1,05 miliar dan Filipina USD0,83 miliar. Sedangkan negara penyumbang defisit perdagangan pada Juni 2023 adalah Australia (USD0,52 miliar), Thailand (USD0,20 miliar), dan Korea Selatan (USD0,16 miliar).

Secara kumulatif, lanjut Mendag, semester I 2023 (Januari-Juni), neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus sebesar USD19,93 miliar. Angka surplus tersebut, lebih rendah, dibanding dengan nilai pada Semester I 2022 yang mencapai USD24,99 miliar.

Surplus tersebut didorong oleh sektor nonmigas USD28,73 miliar dan defisit sektor migas sebesar USD8,80 miliar.

“Meskipun neraca perdagangan masih membukukan surplus pada Semester I tahun ini, namun penurunan surplus dibandingkan dengan semester yang sama tahun lalu memerlukan perhatian dan penanganan ekstra dari semua pihak. Kementerian Perdagangan akan fokus pada akselerasi peningkatan ekspor nonmigas, termasuk ke pasar-pasar nontradisional,” tegas Mendag.